PRESENTASI PERTAMA MURID GOSPEL MAGIC SMAK 4
NURYANTO GRACIA
0
SEDIKIT PENGALAMAN DI DUNIA GOSPEL MAGIC
SEDIKIT PENGALAMAN DI DUNIA GOSPEL MAGIC
-
Menggunakan Gospel Magic dalam mengajar Sekolah
Minggu di GKI Samanhudi selama menjadi Guru Sekolah Minggu sejak 2004 – 2010
-
Bercerita dengan Gospel Magic dalam kegiatan
khusus Sekolah Minggu di GKI Seroja, GKI Muara Karang, GKI Delima, GKI Kavling Polri, GKI Panglima Polim/Kebayoran Baru, GKI Tubagus Angke, GKI Kwitang, GPIB Paulus
Menteng dan beberapa GKI lainnya.
-
Bercerita dengan Gospel Magic di Sekolah Minggu
Orang Tua (SMOT) GKI Gunung Sahari
-
Persiapan Guru Sekolah Minggu dengan Gospel
Magic di GKI Delima, GKI Puri Indah, GKI Panglima Polim.
-
Berkhotbah
dengan Gospel Magic di Kebaktian Remaja GKI Pamanukan, GKI Halimun, GKI Delima,
GKI Bekasi Timur, GKI Cipinang Elok, GKI Kavling Polri, GKI Karet Raya
Tangerang, GKI Nurdin, GKI Halimun, GKI Surya Utama, GKI Sunter Gereja Kristus Bogor, GKE Selat Kapuas
-
Berkhotbah dengan Gospel Magic di kebaktian
pemuda dan ret-ret remaja pemuda GKI Depok dan juga di kebaktian pemuda GKE
Selat Kapuas, GKI Nurdin, GKI Halimun, GKI Puri Indah
-
Berkhotbah dengan Gospel Magic di kebaktian Umum
GKI Pamanukan, GKI Cikarang, GKP Jati Bening, GKI Kavling Polri
-
Berkhotbah di ibadah senin pagi dan jumat siang
di Kapel STT Jakarta
-
Memimpin doa pagi menggunakan Gospel Magic di
GKI Pamanukan
-
Mendirikan dan melatih Ekstrakurikuler Gospel Magic di SMAK6 Penabur sejak 2011 – 2012.
Mendirikan dan melatih Ekstrakurikuler Gospel Magic di SMAK6 Penabur sejak 2012 – 2013.
Pelatihan Gospel magic di SMAK4 Penabur pada saat edufair, dan juga pelatihan di Summercamp remaja GKI SeIndonesia
Mendirikan dan melatih Ekstrakurikuler Gospel Magic di SMAK6 Penabur sejak 2012 – 2013.
Pelatihan Gospel magic di SMAK4 Penabur pada saat edufair, dan juga pelatihan di Summercamp remaja GKI SeIndonesia
-
Menampilkan Gospel Magic dalam beberapa kegiatan
SMAK6 Penabur.
-
Menampilkan Gospel Magic dalam bakti sosial di
Sekolah Luar Biasa (SLB) Kasih Bunda
-
Menampilkan Gospel Magic dalam acara keluarga
karyawan bank common wealth
Menampilkan Gospel Magic dalam beberapa acara ulangtahun dan pernikahan
Menampilkan Gospel Magic di GBI Intercon.
Menjadikan Gospel Magic sebagai materi sisipan dalam beberapa seminar kreativitas di GKI Panglima Polim dan SMPK Penabur Cirebon.
Update terakhir Oktober 2014
Menampilkan Gospel Magic dalam beberapa acara ulangtahun dan pernikahan
Menampilkan Gospel Magic di GBI Intercon.
Menjadikan Gospel Magic sebagai materi sisipan dalam beberapa seminar kreativitas di GKI Panglima Polim dan SMPK Penabur Cirebon.
Update terakhir Oktober 2014
0
GOSPEL MAGIC, BUKAN SEKADAR TEMPELAN
GOSPEL MAGIC,
BUKAN SEKADAR TEMPELAN
Pada saat ini, apabila rekan-rekan
melakukan pencarian di google dengan kata kunci “gospel magic” maka rekan-rekan
akan mendapatkan banyak sekali tulisan tentang gospel magic. Teman-teman bahkan
dapat mempelajari beberapa permainan gospel magic secara gratis. Lalu apakah
bedanya buku saya dengan gospel magic yang saat ini berkembang?
Saya akan mengemukakan beberapa hal
yang membedakan gospel magic yang saya kembangkan dengan gospel magic yang
selama ini saya temui. Tentu saja hal ini tidak menunjukkan gospel magic saya
lebih baik dari yang lain. Saya mengemukakan hal ini untuk menjadi bahan
pertimbangan bersama bagi rekan-rekan yang telah lama menggunakan sulap sebagai
metode penyampaian pesan firman Tuhan dan menjadi panduan yang perlu
diperhatikan dengan seksama bagi rekan-rekan yang baru akan menggunakan sulap sebagai
metode penyampaian pesan firman Tuhan.
Berikut ini beberapa hal yang saya
terapkan dalam gospel magic saya:
1. Permainan gospel magic yang saya mainkan tidak dipaksakan agar sesuai dengan pesannya. Apabila memang permainan tersebut tidak sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan maka saya tidak akan memaksakannya.
2. Bagi saya gospel magic bukanlah sekadar tempelan dalam khotbah maupun cerita Sekolah Minggu. Gospel Magic harus terintegrasi (menyatu) dengan isi khotbah maupun cerita. Gospel magic tidak bisa hanya menjadi sekadar ice breaker yang berfungsi hanya untuk membuat umat/anak sekolah minggu berdecak kagum. Setelah itu gospel magic yang dimainkan dilupakan begitu saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi khotbah.
3. Gospel magic bukanlah menampilkan banyak pertunjukkan dalam satu khotbah/cerita Sekolah Minggu, tetapi menyampaikan satu pesan. Untuk menyampaikan satu pesan, jika satu permainan sulap saja sudah jelas, untuk apa melakukan banyak permainan? Melakukan banyak permainan justru akan mengaburkan pesan yang hendak disampaikan seperti halnya terlalu banyak kisah ilustrasi di dalam khotbah/cerita juga tidak terlalu baik.Ingat, gospel magic digunakan untuk membantu penyampaian pesan, bukan untuk pamer "Saya bisa sulap."
* Apabila gospel magic dimainkan di awal khotbah/cerita maka dia harus berperan sebagai penghantar masuk ke pesan. Ketika seseorang mendengarkan suatu khotbah/cerita sebenarnya dia juga sedang bergumul dengan suara-suara lain di dalam pikirannya. Mungkin itu suara bisnis yang harus diselesaikan, suara kebencian dengan saudara/teman, suara kerinduan untuk bertemu dengan seseorang dan suara-suara lainnya. Oleh karena itu, agar umat/Anak Sekolah Minggu (ASM) dapat fokus terhadap suara sang pengkhotbah/Guru Sekolah Minggu (GSM) daripada suara-suara yang lain itu, maka seorang pengkhotbah/GSM harus dapat menarik attention umat/ASM.
*Apabila gospel magic dimainkan di tengah khotbah/cerita maka dia harus berperan sebagai penegas pesan firman Tuhan yang hendak disampaikan. Ada yang khawatir apabila hal tersebut dilakukan maka yang akan diingat adalah sulapnya dan bukan pesannya. Dalam hal ini kita memang harus berhati-hati. Hal ini tidak hanya menjadi masalah gospel magic saja. Dalam menyampaikan khotbah dengan cerita ilustrasi pun kita akan menemui masalah yang sama. Tucker dalam bukunya bertanya kepada pembacanya, “Apakah yang kalian ingat dari khotbah yang terakhir kali kalian dengar? Pasti yang kalian ingat adalah sebuah cerita.”[1] Bahkan John Kilinger mengatakan bahwa “orang sering dapat mengingat sebuah khotbah bertahun-tahun kemudian berdasarkan ilustrasinya.”[2] Apabila demikian, lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah lebih baik kita tidak usah menggunakan gospel magic atau cerita ilustrasi saja? Tentu tidak. Hal yang harus kita lakukan adalah mengemas sulap dan pesan sedemikian rupa sehingga ketika umat/ASM mengingat sulap yang dimainkan bersamaan dengan itu pula umat/ASM mengingat pesan yang disampaikan. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa gospel magic tidak boleh sekadar menjadi tempelan saja. Gospel magic harus menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan.
*Apabila gospel magic digunakan diakhir khotbah maka harus berperan sebagai penyimpul pesan yang telah panjang lebar disampaikan sebelumnya. Gospel magic membantu umat merefleksikan pesan yang telah disampaikan sebelumnya sehingga pesan itu dapat diingat dengan baik.
3. Gospel magic yang saya mainkan tidaklah mengutip-ngutip ayat begitu saja secara terpisah dari konteksnya hanya demi mendukung pesan dari permainan tersebut. Contoh permainan gospel magic yang saya berikan dalam buku saya, sedikit sekali mengutip ayat, seandainya ada pun itu merupakan bagian integral dari pesan yang hendak disampaikan. Tidak terpisah begitu saja.
4. Gospel magic yang saya mainkan isinya tidak hanya sekadar kabar kematian Yesus di kayu salib saja. Gospel artinya adalah kabar baik. Kabar baik yang Yesus bawa bukan hanya berita kematian dan kebangkitan-Nya saja. Kabar baik yang Yesus sampaikan adalah keseluruhan hidup Yesus mulai dari kelahiran hingga kenaikkan-Nya ke surga. Dalam contoh permainan gospel magic yang saya berikan dalam buku saya, saya tidak hanya menyampaikan berita pengorbanan Yesus tetapi juga pergumulan hidup manusia di tengah kehidupan dunia yang begitu berat ini. Gospel magic memang seharusnya menyentuh kehidupan manusia sehari-hari sehingga mampu menguatkan mereka yang lemah, membangkitkan semangat mereka yang putus asa, menegur mereka yang salah arah dan menginspirasi mereka untuk bertindak bijaksana.
Karya: Nuryanto, S.Si (teol)
1. Permainan gospel magic yang saya mainkan tidak dipaksakan agar sesuai dengan pesannya. Apabila memang permainan tersebut tidak sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan maka saya tidak akan memaksakannya.
2. Bagi saya gospel magic bukanlah sekadar tempelan dalam khotbah maupun cerita Sekolah Minggu. Gospel Magic harus terintegrasi (menyatu) dengan isi khotbah maupun cerita. Gospel magic tidak bisa hanya menjadi sekadar ice breaker yang berfungsi hanya untuk membuat umat/anak sekolah minggu berdecak kagum. Setelah itu gospel magic yang dimainkan dilupakan begitu saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi khotbah.
3. Gospel magic bukanlah menampilkan banyak pertunjukkan dalam satu khotbah/cerita Sekolah Minggu, tetapi menyampaikan satu pesan. Untuk menyampaikan satu pesan, jika satu permainan sulap saja sudah jelas, untuk apa melakukan banyak permainan? Melakukan banyak permainan justru akan mengaburkan pesan yang hendak disampaikan seperti halnya terlalu banyak kisah ilustrasi di dalam khotbah/cerita juga tidak terlalu baik.Ingat, gospel magic digunakan untuk membantu penyampaian pesan, bukan untuk pamer "Saya bisa sulap."
* Apabila gospel magic dimainkan di awal khotbah/cerita maka dia harus berperan sebagai penghantar masuk ke pesan. Ketika seseorang mendengarkan suatu khotbah/cerita sebenarnya dia juga sedang bergumul dengan suara-suara lain di dalam pikirannya. Mungkin itu suara bisnis yang harus diselesaikan, suara kebencian dengan saudara/teman, suara kerinduan untuk bertemu dengan seseorang dan suara-suara lainnya. Oleh karena itu, agar umat/Anak Sekolah Minggu (ASM) dapat fokus terhadap suara sang pengkhotbah/Guru Sekolah Minggu (GSM) daripada suara-suara yang lain itu, maka seorang pengkhotbah/GSM harus dapat menarik attention umat/ASM.
*Apabila gospel magic dimainkan di tengah khotbah/cerita maka dia harus berperan sebagai penegas pesan firman Tuhan yang hendak disampaikan. Ada yang khawatir apabila hal tersebut dilakukan maka yang akan diingat adalah sulapnya dan bukan pesannya. Dalam hal ini kita memang harus berhati-hati. Hal ini tidak hanya menjadi masalah gospel magic saja. Dalam menyampaikan khotbah dengan cerita ilustrasi pun kita akan menemui masalah yang sama. Tucker dalam bukunya bertanya kepada pembacanya, “Apakah yang kalian ingat dari khotbah yang terakhir kali kalian dengar? Pasti yang kalian ingat adalah sebuah cerita.”[1] Bahkan John Kilinger mengatakan bahwa “orang sering dapat mengingat sebuah khotbah bertahun-tahun kemudian berdasarkan ilustrasinya.”[2] Apabila demikian, lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah lebih baik kita tidak usah menggunakan gospel magic atau cerita ilustrasi saja? Tentu tidak. Hal yang harus kita lakukan adalah mengemas sulap dan pesan sedemikian rupa sehingga ketika umat/ASM mengingat sulap yang dimainkan bersamaan dengan itu pula umat/ASM mengingat pesan yang disampaikan. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa gospel magic tidak boleh sekadar menjadi tempelan saja. Gospel magic harus menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan.
*Apabila gospel magic digunakan diakhir khotbah maka harus berperan sebagai penyimpul pesan yang telah panjang lebar disampaikan sebelumnya. Gospel magic membantu umat merefleksikan pesan yang telah disampaikan sebelumnya sehingga pesan itu dapat diingat dengan baik.
3. Gospel magic yang saya mainkan tidaklah mengutip-ngutip ayat begitu saja secara terpisah dari konteksnya hanya demi mendukung pesan dari permainan tersebut. Contoh permainan gospel magic yang saya berikan dalam buku saya, sedikit sekali mengutip ayat, seandainya ada pun itu merupakan bagian integral dari pesan yang hendak disampaikan. Tidak terpisah begitu saja.
4. Gospel magic yang saya mainkan isinya tidak hanya sekadar kabar kematian Yesus di kayu salib saja. Gospel artinya adalah kabar baik. Kabar baik yang Yesus bawa bukan hanya berita kematian dan kebangkitan-Nya saja. Kabar baik yang Yesus sampaikan adalah keseluruhan hidup Yesus mulai dari kelahiran hingga kenaikkan-Nya ke surga. Dalam contoh permainan gospel magic yang saya berikan dalam buku saya, saya tidak hanya menyampaikan berita pengorbanan Yesus tetapi juga pergumulan hidup manusia di tengah kehidupan dunia yang begitu berat ini. Gospel magic memang seharusnya menyentuh kehidupan manusia sehari-hari sehingga mampu menguatkan mereka yang lemah, membangkitkan semangat mereka yang putus asa, menegur mereka yang salah arah dan menginspirasi mereka untuk bertindak bijaksana.
Karya: Nuryanto, S.Si (teol)
0
Buku gospel magic ini dibuat untuk teman-teman yang bergelut di dunia pengajaran, baik sebagai Guru Sekolah Minggu, Pengkhotbah, Guru Agama, maupun Motivator. Buku ini dibuat untuk membantu teman-teman yang kesulitan untuk menyampaikan pesan berharga yang teman-teman telah siapkan dengan cara yang Kreatif, Inspiratif dan Komunikatif.
Penulis: Nuryanto Gracia
Desainer: Marico Kurniawan
Penerbit: M Productions
Harga: Rp. 30.000 (belum ongkos kirim)
Pemesanan:
Nuryanto: 085691006892 / 329E6324
Marico: 08978239127 / 21E4059B
19 PERMAINAN GOSPEL MAGIC
19 PERMAINAN GOSPEL MAGIC
Buku gospel magic ini dibuat untuk teman-teman yang bergelut di dunia pengajaran, baik sebagai Guru Sekolah Minggu, Pengkhotbah, Guru Agama, maupun Motivator. Buku ini dibuat untuk membantu teman-teman yang kesulitan untuk menyampaikan pesan berharga yang teman-teman telah siapkan dengan cara yang Kreatif, Inspiratif dan Komunikatif.
Di
dalam buku ini rekan-rekan dibantu dengan sangat detil, mulai dari persiapan
bahan-bahan permainan, rutin (urutan permainan dan presentasi) serta rahasia
permainan tersebut. Setiap permainan, saya memberikan satu contoh rutin dan
pesan yang terkandung di dalamnya. Namun sekali lagi itu hanyalah contoh, jika
teman-teman kreatif, maka teman-teman dapat menemukan banyak sekali rutin dan
pesan yang lainnya yang dapat disampaikan melalui permainan tersebut.
Secara khusus buku ini memang ditujukan
untuk rekan-rekan Kristen. Namun apabila ada rekan-rekan dari agama lain yang
ingin menggunakan buku ini untuk menjadi salah satu metode menyampaikan pesan
yang baik, silahkan saja. Belajar itu bisa dari mana saja kan?
Semoga buku ini dapat sedikit membantu
teman-teman dalam menyampaikan pesan baik yang memang harus disampaikan. Jangan
sampai pesan baik yang harus disampaikan, tidak dapat dimengerti oleh pendengar
hanya karena metodenya yang salah.
Penulis: Nuryanto Gracia
Desainer: Marico Kurniawan
Penerbit: M Productions
Harga: Rp. 30.000 (belum ongkos kirim)
Pemesanan:
Nuryanto: 085691006892 / 329E6324
Marico: 08978239127 / 21E4059B
0
19 PERMAINAN GOSPEL MAGIC
NANTIKAN 4 MINGGU LAGI. BUKU GOSPEL MAGIC KARYA SAYA AKAN TERBIT.
Buku
ini dibuat untuk teman-teman yang bergelut di dunia pengajaran, baik sebagai
Guru Sekolah Minggu, Pengkhotbah, Guru Agama, maupun Motivator. Buku ini dibuat
untuk membantu teman-teman yang kesulitan untuk menyampaikan pesan berharga
yang teman-teman telah siapkan dengan cara yang Kreatif, Inspiratif dan Komunikatif.
Di
dalam buku ini rekan-rekan dibantu dengan sangat detil, mulai dari persiapan
bahan-bahan permainan, rutin (urutan permainan dan presentasi) serta rahasia
permainan tersebut. Setiap permainan, saya memberikan satu contoh rutin dan
pesan yang terkandung di dalamnya. Namun sekali lagi itu hanyalah contoh, jika
teman-teman kreatif, maka teman-teman dapat menemukan banyak sekali rutin dan
pesan yang lainnya yang dapat disampaikan melalui permainan tersebut.
Secara khusus buku ini memang ditujukan
untuk rekan-rekan Kristen. Namun apabila ada rekan-rekan dari agama lain yang
ingin menggunakan buku ini untuk menjadi salah satu metode menyampaikan pesan
yang baik, silahkan saja. Belajar itu bisa dari mana saja kan?
Semoga buku ini dapat sedikit membantu
teman-teman dalam menyampaikan pesan baik yang memang harus disampaikan. Jangan
sampai pesan baik yang harus disampaikan, tidak dapat dimengerti oleh pendengar
hanya karena metodenya yang salah.
0
Gombal Magic
Saya dan murid saya, mencoba sedikit hal yang berbeda pada waktu perayaan valentine di sekolah. Kami melakukan gombal magic. Seperti apa? Lihat saja langsung videonya.
Langganan:
Postingan (Atom)



